Sabtu, 22 Agustus 2009

SEJUTA KHASIAT SAMBILOTO


Melindungi keracunan sel hati, meningkatkan fungsi hati, menurunkan dan mencegah timbulnya perlemakan sel hati, bekerja secara sinergis dengan kurkumin, meningkatkan pengeluaran cairan empedu, melawan inveksi, meredakan peradangan dan mencegah penyumbatan hati dan kantung empedu, meningkatkan biosintesa RNA di dalam sel tubuh, melindungi kerusakan sel hati.
KONSULTASI DAN PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN TLP: 021-91913103 HP: 085227044550 email : binmuhsin_group@yahoo.co.id @My Ym, @MyFacebook, @MyTwitter, @MyFriendster, @MyYuwie, @MyMultiply
===
using pattern '/(\d\d\d\d)-(\d\d)-(\d\d)/' failed.

TINGKATKAN KEKEBALAN TUBUH ; Meniran-Sambiloto Hambat HIV/AIDS

HINGGA saat ini belum ada penelitian yang membuktikan sebuah formula bisa untuk mengobati AIDS dan menjadi penyelamat jiwa penderitanya. Namun, sejumlah pakar berhasil menemukan setidaknya ada jenis tumbuhan yang mampu bekerja menghambat perubahan virus HIV menjadi AIDS, meski belum bisa membunuhnya, yakni meniran dan sambiloto.

Ketua Klinik VCT Rumah Sakit Prof Dr Margono Sukarjo (RSMS) Banyumas dr Akhmad Wiryawan mengatakan, menurut penelitian yang dilakukan pakar luar negeri, tanaman sambiloto dan meniran memiliki khasiat untuk meningkatkan kekebalan tubuh dalam menghadapi berbagai serangan penyakit termasuk HIV/ AIDS.

Selain itu, kedua tanaman tersebut memiliki kemampuan mencegah virus HIV menjadi dewasa, masuk ke sel tubuh dan berkembang biak. “Kegunaan itulah yang harusnya dilihat masyarakat khususnya pengidap HIV/AIDS, sebagai solusi alternatif obat konvensional buatan pabrik.

http://www.aidsindonesia.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=621&Itemid=73

Populasi kedua tanaman itu juga sangat banyak di Indonesia, bahkan keberadaannya selama ini hanya dipandang sebelah mata sebagai tumbuhan pengganggu,” papar Akhmad Wiryawan kepada KR di ruang kerjanya baru-baru ini.

Dijelaskan, pengidap HIV/ AIDS kebanyakan menggunakan obat konvensional, yakni Antiretroviral (ARV). Namun obat ini mempunyai efek samping bagi penggunanya, yakni mempengaruhi pencernaan, alergi kulit, terganggunya fungsi organ tubuh, serta tidak bisa dicampur dengan sembarang obat.

“Sebagai obat buatan pabrik dan memiliki kandungan kimia sintetis yang tinggi, otomatis ARV mempunyai efek samping, sehingga pengguna tidak merasa nyaman. Selain itu harganya mahal dan sering terkendala pasokan karena masih diimpor.

Berbeda dengan meniran dan sambiloto yang alami dan murah. Selain khasiatnya sama, penggunaannya tidak menimbulkan efek samping,” ujar Akhmad.

Ditambahkan, proses pengolahan meniran dan sambiloto hingga siap dikonsumsi sebagai obat penghambat HIV/AIDS cukup mudah dan bisa dilakukan semua orang. Antara lain dengan memasak tumbuhan itu dan meminum air rebusannya, atau membuatnya menjadi jus.

“Prosesnya memang mudah, namun agar hasilnya maksimal, terapi harus dilakukan secara teratur setiap hari minimal sekali. Jika dilakukan secara teratur, dalam jangka waktu tiga bulan hasilnya terlihat dengan naiknya tingkat kekebalan tubuh, dan itu sudah terbukti,” tandas Akhmad.
(Jarot Sarwosambodo)-s

Sambiloto Si Pahit Berkhasiat Selangit

Asal tanaman sambiloto, nama latin dan daerah hidupnya.
Sambiloto banyak di temukan di daratan Asia. Selain Indonesia, sambiloto juga terdapat di India, Filipina, Vietnam dan Malaysia. Tanaman yang bernama latin Andrographis Paniculata Ness ini dapat hidup subur di daerah tropis dengan ketinggian antara 1- 700 meter diatas permukaan laut.

Sambiloto merupakan tanaman semak yang mempunyai banyak cabang yang berdaun dan tingginya bisa mencapai kurang lebih 90 cm. Daun sambiloto kecil-kecil berwarna hijau tua dan bunganya berwarna putih. Sambiloto juga dapat berkembang biak sepanjang tahun, dengan biji maupun dengan cara stek batang. Perbanyakan dengan stek batang juga relatif mudah dilakukan. Caranya, pilihlah batang yang agak tua yang memiliki daun sekitar 10 helai. Batang tersebut dipotong sepanjang kurang lebih 20 cm lalu ditancapkan ke tanah di tempat teduh. Hanya dalam waktu sekitar satu bulan, tanaman sambiloto sudah mulai di penuhi daun muda. Bagian yang biasa digunakan untuk obat tradisional adalah daunnya yang rasanya sangat pahit. Sebenarnya selain daunnya, batang, bunga dan bagian akar juga bermanfaat obat.


Dari jaman dahulu kala hingga sekarang.
Relief daun sambiloto ada di Candi Borobudur serta di Kitab Serat Rama dalam bahasa Jawa Kawi di sekitar abad 18. Disebutkan sambiloto berkhasiat untuk mengobati prajurit Hanoman yang terluka ketika perang melawan Rahwana.

Di Indonesia, banyak orang mengenal sambiloto dari mbok jamu gendong, yang biasa disebut dengan nama jamu paitan. Seringkali orang mengkonsumsi cairan paitan yang warnanya kehitaman dari mbok jamu, dan kemudian pahitnya diusir dengan minum beras kencur. Campuran ini biasa dikenal untuk mengusir masuk angin.

Selain membeli di jamu gendong, orang juga bisa mengkonsumsi sambiloto dengan cara merebus daunnya. Daun yang kering pun tidak kalah manfaatnya bahkan sekarang ada pula sambiloto dalam bentuk teh celup. Bagi yang tidak tahan dengan pahitnya, namun ingin mendapat khasiat istimewa sambiloto, dapat mengkonsumsi sambiloto dalam bentuk kapsul.

Sejalan dengan trend “back to nature”, kalangan asing pun sudah banyak yang melirik khasiat sambiloto. Berbagai penelitian yang dilakukan baik di dalam maupun di luar negeri, menemukan bahwa di balik rasa pahit sambiloto, terkandung zat aktif androgapholid yang sangat bermanfaat untuk pengobatan. India juga sudah lama mengenal tanaman obat ini, bahkan sambiloto digunakan untuk memerangi epidemi flu di India pada tahun 1919 dan terbukti efektif sehingga sambiloto mendapat julukan the “Indian Echinacea”.
Di Cina, sambiloto sudah di uji klinis dan terbukti berkhasiat sebagai anti hepapatoksik (anti penyakit hati). Di Jepang, sedang di jajaki kemungkinan untuk memakai sambiloto sebagai obat HIV, dan di Skandinavia, sambiloto di gunakan untuk mengatasi penyakit-penyakit infeksi.

Macam-macam khasiat sambiloto.
Secara turun-temurun, orang sudah menggunakan rebusan daun sambiloto untuk mencegah masuk angin atau influenza, menurunkan demam, sakit kuning, serta mengobati luka. Untuk mengobati luka, biasanya orang menumbuk daun sambiloto kering, dan menaburi luka atau korengnya dengan bubuk sambiloto. Selain itu pahitnya sambiloto juga dipercaya manjur untuk meredakan kencing manis.

Menurut dr J Sidhajatra yang sudah puluhan tahun memberi obat herbal pada pasien-pasiennya, sambiloto merupakan herbal yang mempunyai efek anti-infeksi / anti radang paling baik diantara tanaman obat lainnya. Penyakit-penyakit infeksi terutama infeksi pada jaringan mucus atau lendir, seperti infeksi tenggorokan penyebab influenza, infeksi saluran kemih, keputihan pada wanita maupun infeksi pada koreng, bisa diobati dengan sambiloto.

Dalam bentuk rebusan daun kering, dr. Sidhajatra menganjurkan dosis sebesar 5 gr, yang direbus bersama air 2 gelas sampai sisa 1 gelas untuk satu hari (diminum 3 x 1/3 gelas). Jika menggunakan daun segar, dosisnya adalah sekitar 30 lembar daun dengan cara yang sama seperti merebus daun kering. Dalam bentuk ekstrak, mengkonsumsi sampai dengan 1500 mg per hari masih dianggap aman. “Berdasarkan pengalaman saya, sambiloto dalam bentuk ekstrak ternyata terbukti lebih efektif mengatasi berbagai penyakit radang/infeksi” demikian dr Sidhajatra menambahkan.

Namun dr Sidhajatra mengingatkan bahwa penggunaan sambiloto untuk meredakan kencing manis, juga harus disertai dengan diet rendah karbohidrat dan gula. “Kalau cuma rajin mengkonsumsi sambiloto tapi makan tetap seenaknya, ya berbahaya”, demikian nasehat dr Sidhajatra.

Pendapat dari dr Paulus W Halim yang berpraktek di BSD City, Tangerang, sangat positif mengenai sambiloto. “Di padukan dengan herbal lain seperti temulawak, sambiloto jadi lebih efektif untuk mengobati penyakit saluran pernafasan bagian atas (ISPA). Sambiloto juga berfungsi sebagai imuno stimulator, dan obat herbal untuk penderita diabetes melitus, juga sebagai perangsang nafsu makan pada anak-anak” demikian penjelasan dokter lulusan Italia ini.

Pemanfaatan sambiloto di Indonesia.
Ironisnya, di Indonesia sendiri, sambiloto baru dikenal secara terbatas di kalangan orang orang yang biasa mengkonsumsi jamu. Melihat khasiatnya, tentu lebih baik jika kita kembali ke alam dengan mengkonsumsi tanaman obat sambiloto, dibandingkan dengan mengkonsumsi antibiotik yang memiliki efek samping kurang baik dan harganya yang relatif mahal. Dan jika negara-negara maju seperti Skandinavia, Jepang, Cina sudah menggunakan sambiloto, tentunya tidak ada alasan lagi mengapa kita sebagai negara penghasil sambiloto tidak mengkonsumsinya?

Khasiat Tanaman Sambiloto Untuk TBC

Khasiat Tanaman Sambiloto Untuk TBC

suarasurabaya.net| Sekitar 8 orang peneliti Tanaman Sambiloto dari Universitas Airlangga Surabaya, Selasa (18/12) memasyarakatkan hasil penelitian terhadap tanaman Sambiloto di depan 25 kader Posyandu Puskesmas Kecamatan Tenggilis Surabaya.

Peneliti dari Unair yang terlibat bagi-bagi ilmu kepada sekitar 25 orang kader Posyandu Puskesmas Tenggilis antara lain, Dr. DJOHAR NUSWANTORO, dr, MPH (Fak. Kedokteran), Prof. NI MADE MERTANIASIH, dr., M.S., SpMK (Fak. Kedokteran), Dr. JUSTINUS FRANS PALILINGAN, dr., SpP(K) (Fak. Kedokteran), LINDAWATI ALIMSARDJONO, dr., M.Kes., SpMK (Fak. Kedokteran), MANIK RETNO WAHYU NITISARI, dr., M.Kes (Fak. Kedokteran), SULISTYAWATI, dr., M.Kes (Fak. Kedokteran), Dr. Dra. ATY WIDYAWRUYANTI, M.Si., Apt (Fak. Farmasi), dan Dr. Drs. IB WIRAWAN, SU (FISIP).

Acara yang digagas Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Unair dengan Tema Memasyarakatkan Tumbuhan Sambiloto Guna Suplemen Penunjang Pada Pengobatan Penderita Tuberkulosis dengan Program DOTS ini mendapat tanggap positif dari para kader.

Tanaman Sambiloto menurut Dr. Dra. ATY WIDYAWARUYANTI, M.Si., Apt, memang dikenal dengan jamu pepaitan karena rasanya yang pahit (King of Bitter). Secara tradisional, kata ATY, masyarakat Indonesia telah menggunakannya sebagai obat tonsil, borok, tifus, kencing manis.

Di India, tanaman ini juga digunakan sebagai tonikum. “Di China tanaman ini digunakan untuk obat panas (antipiretik), antiradang (antiinflamasi), antidiare dan antidisentri. Bahkan sejak akhir abad lalu Sambiloto dikenal di beberapa negara Eropa dan AS dikenal sebagai pencegah flu,” kata ATY.

Berdasarkan pengalaman empiris, lanjut ATY aman dikonsumsi. Penelitian ilmiah juga melaporkan hal demikian. “Pemberian rebusan daun Sambiloto pada kelinci menunjukkan bahwa daun Sambiloto akan memberikan efek toksik yang rendah pada dosis 13,4 g/kg BB sedangkan andrografolida totalnya pada dosis 40 g/kg BB,” jelas ATY seperti dalam siaran persnya untuk suarasurabaya.net, Selasa (18/12).

Untuk penderita TBC, tambah ATY, rebusan atau ekstrak tanaman ini sebaiknya diberikan sekitar dua jam sesudah minum obat yang diberikan oleh dokter. Mengapa demikian? Menurut ATY karena pemberian dosis tinggi pada manusia diketahui dapat menyebabkan gangguan lambung, tidak nafsu makan dan muntah. “Perut rasanya seperti sebah, solusinya berikan secara bertahap atau sedikit-sedikit dan lama-lama menjadi sesuai dengan dosis,” tambah ATY.

Dr. JUSTINUS FRANS PALILINGAN, dr., SpP(K) yang juga ahli Paru RSU dr Soetomo mengatakan, selama ini Sambiloto diberikan kepada pasien atau penderita TBC masih sebatas obat suplemen. Artinya obat yang berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh penderita. “Sedangkan obat utamanya masih menggunakan standar yang sudah ditentukan oleh WHO (World Health Organization) yaitu DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse) yaitu obat yang merupakan kombinasi dari beberapa jenis obat dalam jumlah dan dosis tepat selama 6-8 bulan,” terang Dr. FRANS.(tok)

Teks foto:
1. Tanaman Sambiloto.
2. Dr JUSTINUS FRANS PALILINGAN didepan kader posyandu.
Foito: Dok. Humas UNAIR Surabaya
http://www.suarasurabaya.net/v05/kelanakota/?id=2f308f665576043bc89e92fd48f3e932200747267

Khasiat Tanaman / Herbal Indonesia

Lempuyang Emprit = Zingiber Amaricans

Kandungan senyawa :
Minyak Atsiri = Sekuiterpenketon (u/ turunkan panas)

umumnya yg digunakan adl : rimpangnya (warnanya putih kekuningan, rasanya pahit)


Kunyit = Curcuma Longa

Kandungan senyawa :
Minyak Atsiri, Curcumin, turmeron & Zingiberen yg berfgs sbg anti-bakteri, anti-oksidan & anti-inflamasi (anti-radang).

Selain sbg penurun panas, campuran ini jg dpt meningkatkan daya tahan tubuh.
Umumnya yg digunakan adl : rimpangnya, (warnanya pranye)


Sambiloto = Andrographis Paniculata

Seluruh bagian tanamannya dpt digunakan (daun & batang)

Kandungan senyawa :
Andrografolid Lactones (zat pahit), diterpene, glucosides & flavonoid yg dpt menurunkan panas, mineral (K, Ca, Na)
Andrografolid : u menurunkan gula darah

Penelitian di Thailand bhw : 6 gr sambiloto sama efektifnya dgn parasetamol.

Khasiat :
Atasi kencing-manis, meningkatkan kekebalan tubuh, atasi hepatitis, disentri, flu, demam, radang amandel, radang ginjal, paru, bronchitis, atasi kanker, TBC, hypertensi, kusta, keracunan, kencing nanah, kencing manis.


Pegagan = Centella Asiatica L. = Daun Kaki Kuda

Tumguh liar dipadang rumput, tepi selokan, sawah atau ditanam sbg penutup tanah, sbg tanaman sayur, merayap menutupi tanah, daun warna hijau berbentuk spt kipas ginjal.
Hidup ditanah yg agak lembab, cukup sinar matahari atau agak terlindung.
Dapat ditemukan didataran rendah sampai daerah dgn ketinggian 2.5 m dpl.

Kandungan senyawa :
Triterpenoid, saponin, Hydrocotyline & Vellarine.

Kandungan Kimia :
Asam Asiatat, B-Karioneta, B-Kariofilen, B-Elemena, B-Farnesen, B-Sitosterol, Brahminosida, Asam Brahmat, Brahmosida, Asam Sentelat, Asam Sentolat, Asam Elaiodat, Iso-Tankunisida.

Manfaat : utk penurun panas, re-vitalisasi tubuh & pembuluh darah, memperkuat struktur jaringan tubuh, radang hati disertai kuning.
Pegagan bersifat menyejukkan/mendinginkan, menambah tenaga & menimbulkan selera makan.
Digunakan u memperlancar aliran darah ke otak (makanan otak), shg tajam berfikir & meningkatkan saraf memory otak.

Daun :
Re-Vitalisasi sel & pembuluh darah, anti-infeksi, anti-bakteri, menurunkan panas & demam, diuretic, pembengkakan hati, meningkatkan kesuburan wanita, mengurangi gejala asma, mengobati hipotensi.

Herba :
Radang hati disertai kuning, campak, demam, sakit tenggorokan, asma, bronchitis, radang pleura, radang mata merah, keputihan, infeksi, batu saluran kencing, tekanan darah tinggi/hipertensi, rheumatism, pendarahan (muntah darah, batuk darah, mimisan, kencing darah), wasir, sakit perut, disentri, cacingan, tdk nafsu makan, lepra, TBC, keracunan makanan (jengkol, udang, kepiting), keracunan bhn kimia/obat2an.


Temulawak = Curcuma Xanthorhiza Roxb

Tumguh liar dihutan jati & padang alang2, biasa terdpt ditempat terbuka yg terkena sinar matahari & tumbuh didataran rendah sampai dataran tinggi.
Hasil maximal baiknya ditanam pd ketinggian 200-600 m dpl.

Penampilan mirip temu putih, hanya warna bunga & rimpangnya berbeda.
Bunga temulawak berwarna putih kuning atau kuning muda, sdgkan temu-putih berwarna putih dgn tepi merah.
Rimpang temulawak berwarna jingga kecoklatan, sdgkan rimpang bagian dalam temu-putih berwarna kuning muda.

Temulawak memiliki zat aktif : Germacrene, Xanthor-rhizol, Alpha-Betha-Curcumena, dll.

Manfaat :
Sbg anti-inflamasi (anti-radang), anti-biotik, meningkatkan produksi & sekresi empedu, segarkan badan.
Sejak dulu digunakan sbg : obat penurun panas, merangsang nafsu makan, mengobati sakit kuning, diare, maag, perut kembung & pegal2.

Kegunaan :
Menurunkan kolesterol, panas badan, sakit kuning, radang ginjal, radang kronis, kandung empedu, mencegah peny. Hati, menghilangkan rasa nyeri, menyegarkan badan, perut kembung, sembelit, diare, mengurangi rasa nyeri sendi, pegal linu, rematik, menambah ASI, memulihkan kesehatan stl melahirkan, haid tdk lancer, wasir, tonikum & anti-bakteri.


Temu Putih = Curcuma Zedoaria

Tumbuh ditanah yg gembur, subur, mengandung bhn organic yg tinggi, drainase yg baik.
Temu putih dpt tumbuh pd ketinggian 250-1000 m dpl.

Kandungan Kimia :
Ribosome Inacting Protein (RIP), Zat Anti-oksidan.

Kegunaan :
Nyeri waktu haid, tdk datang haid, pembersih darah stl melahirkan, memulihkan gangguan pencernaan makanan, sakit perut, rasa penuh & sakit didada, limpa, anti-kanker, atasi kista, masalah pada perut.


Bawang Merah = Allium Cepa L.

Kandungan senyawa :
Minyak Atsiri, Sikloaliin, Metilaliin, Kaemferol, Kuersetin & Floroglusin.


Daun Kembang Sepatu = Hibiscus Rosa Sinensis

Selain daun kembang sepatu, dpt jg digunakan daun sirih atau daun kapuk.

Kembang sepatu mengandung : Flavonoida, Saponin & Polifenol.
Daun Sirih mengandung : Flavonoida, Saponin, Polifenol & Minyak Atsiri.
Daun Kapuk mengandung : Flavonoida, Saponin & Tanin.


Bawang Putih = Garlic = Allium Sativum

Terbuat dr suing bwg-pth pilihan mjd serbuk kering bwg-pth.

Khasiat :
Menurunkan kadar lemak darah shg mengurangi resiko peny jantung, menurunkan hypertensi, meningkatkan daya tahan tubuh, menormalkan sirkulasi & kolesterol darah, menormalkan penglihatan rabun dekat, memperbaiki sys pencernaan, mengurangi gejala rematik, atasi kesemutan, de-toxifikasi racun & efektif sbg anti-biotik, anti-bakteri, anti-jamur & keputihan.

Kontra :
Tdk dianjurkan untuk darah rendah & pasien alergi terhadap bawang putih & tukak lambung.

Side efek : gangguan lambung

Kolesterol : Salah satu jenis lemak yg dibuat di hati & ditemukan pada makanan hewani.
Kolesterol diperlukan oleh fungsi tubuh yg penting untuk : Membangun dinding sel, lindungi jaringan saraf, membuat hormone.
Bila kelebihan kolesterol akan berdampak negative.

Type kolesterol :
k. Baik = HDL = High Density Lipo-protein : HDL dlm jml tinggi diperlukan u angkut LDL dr darah -> back ke hati u dihancurkan
k. Jahat/Buruk = LDL = Low Density Lipo-protein :Kadar LDL yg tinggi sebabkan : hypertensi, jantung, stroke, gagal ginjal.

Kolesterol sebabkan terbentuknya plak pd dinding pembuluh darah shg pembuluh drh mjd sempit, sp supply Oksigen u jar tbh macet.
Bila pembuluh drh yg macet pd : jantung -> serangan jantung, pd otak -> Stroke, pd ginjal -> gagal ginjal.

Dr. Yu-Yan Yeh : “Garlic include seny = Allir-Sulfur u hambat bio-sintesis kolesterol did lm hati.

Kandungan kimia :
Minyak atsiri, senyawa fosfor, tuberkulodis, dsb.


Meniran = Phyllanthus Ninuri L.

Tinggi tanaman hingga 1 m, tumbuh liar, daun berbentuk bulat tergolong daun majemuk bersirip genap.
Seluruh bagian tanaman ini dpt digunakan.

Kandungan senyawa :
Lignan, Flavonoid, Alkaloid, Triterpenoid, Tanin, Vitamin-C, dll.

Manfaat :
Menurunkan panas & meningkatkan daya tahan tubuh.


Lidah-Buaya = Aloe-Vera L.

Tumbuh liar ditempat berudara panas tapi sering ditanam di pot & pekarangan rumah sbg tanaman hias.

Kandungan kimia :
Aloin, Barbaloin, Aloe-Emolin, Aleonin, Aloesin

Kegunaan :
Anti-biotik, penghilang rasa sakit, merangsang pertumbuhan sel baru pd kulit, cacingan, susah buang air kecil, sembelit, batuk, diabetes, radang tenggorokan, menurunkan kolesterol.


Bee-Pollen

Bee-pollen adl : Serbuk sari bunga jantan yg diambil oleh lebah & digunakan sbg makanan pokok dari seluruh koloni lebah madu. (tepung sari bunga)

Kandungan kimia :
Protein (asam amino bebas), Vitamin (B-Complex & Asam Folat, Vit A-C-D-E), Beta-carotene, selenium, Lesitin, karbohidrat, mineral.
Asam Glutamat : zat aktif u sel jar. Otak, nafsu-makan pd anak, atasi epilepsy.

Kegunaan :
Meningkatkan daya tahan/kekebalan tubuh, memperlambat proses penuaan & menghaluskan muka, menurunkan kolesterol, memperlancar fungsi pencernaan, mengobati asma, meningkatkan kesuburan bagi pria & wanita, lancarkan peredaran darah merah & meningkatkan kadar Oksigen hingga 25% lebih banyak u konsentrasi & daya piker tajam dari anak2 s/d dewasa, tingkatkan stamina & vitalitas tubuh, turunkan kolesterol, atasi asma.


Bangle = Zingiber Purpureum Roxb. Purple-Ginger.

Tumbuh pd daerah yg cukup kena sinar matahari
Khasiat :
Mengurangi lemak tubuh -> mengurangi berat badan, pelangsing.
Sembuhkan cacingan, demam, masuk-angin, gangguan mata, pusing krn deman, nyeri sendi, perut mulas, sakit kuning, peluruh kentut/Karminatif, peluruh dahak/Expectorant, pembersih darah.

Dalam rimpang bangle terdpt zat aktif u tingkatkan aktifitasenzim Lipase u hidrolisis lemak tubuh

Bangle tidak disarankan u ibu hamil.

Khasiat bangle dgn herbail lain= ok

Kandungan kimia :
Minyak atsiri (sineol, tinen), dammar, pati, flavonoid & tanin


Celery = daun Seledri = Apium Graviolen L.

Yang digunakan : daun & batangnya.
Daun & batang seledri paling byk simpan kandungan aktif yg berkhasiat.
Akar seledri dihindari karma terdapat racun.

Khasiat :
Ringankan gejala hypertensi ringan, normalkan kadar asam urat dlm darah, me(-)i rasa sakit pd sendi akibat asam-urat, lancarkan sirkulasi darah, turunkan tekanan darah, normalkan gula darah, jaga kesehatan jantung, tulang, sendi & atasi infeksi saluran kencing & menetralisir efek degeneratif & radikal bebas.

Kandungan Kimia :
glikosida, Apiin, Isoquersetin, Umbilliferon, Mannite, Inosite, Asparagin, Glutamin, Cholin, Linamaros, Pro-vitamin A, Vit-B, Vit-C.
pada daun : Minyak Atsiri, protein, Kalsium, garam fosfat.

Tidak disarankan : Penderita darah rendah


Kumis-Kucing = Orthosiphon Aristatus O.

Khasiat daun :
Meluruhkan batu urin/batu-ginjal, menurunkan kadar gula darah, rematik, anti-radang & melancarkan air seni

Kandungan Kimia :
Senyawa Kalium, glukosida, minyak atsiri, sapotonin, ortosifonida & flavon (sinansetin, cupatorin, scutellarein, tetra-metil eter, salvigenin, rhamnazin)

Kandungan Saponin & Tannin pd daun bisa jg mengobati keputihan.

Kandungan ortosifonin & garam Kalium (terutama pd daunnya) adl: komponen utama yg membantu larutnya asam urat, fosfat & oksalat dlm tubuh manusia (terutama dlm kandung kemih, empedu maupun ginjal) shg dpt cegah endapan batu ginjal


Mahkota Dewa = Phaleria Macrocarpa

Khasiat buah :
Anti-kanker, anti-tumor, anti-disentri, anti-insekta, hepato-toxic, atasi diabetes, hypertensi, hepatitis, rematik & asam urat

Buahnya mengandung : :
Saponin, Alkaloid, Polifenol, Plavonoid, Lignan, Minyak Atsiri, Sterol (yg berkhasiat sembuhkan berbagai penyakit kronis spt kanker, diabetes mellitus dsb)

Kasiat daun :
Atasi TBC, radang mata & tenggorokan.

Wanita hamil & bayi dilarang konsumsi mahkota-dewa karma kandungan kimianya sangat aktif.
Kelebihan dosis : pusing & mual


Paria = Momordica Charantia L.

Khasiat :
Atasi batuk, radang tenggorokan, demam, malaria, nafsu-makan, sariawan. Diabetess, cacingan, disentri.


Sambung-Nyawa = Gynura Procumbens L.

Kasiat :
Anti-bakteri, obati jantung, radang tenggorokan, batuk, sinusitis, polip, amandel.


Daun Sendok = Plantago Mayor

Khasiat :
Atasi gangguan pd saluran kencing, batu-empedu & prostate (Sembuhkan radang saluran kencing, radang prostate)

Mengkudu = Noni

Khasiat buah :
Meningkatkan vitalitas tubuh, menurunkan gula darah & tekanan darah, anti-septic, anti-radang, penyembuhan liver, stroke.


Keladi Tikus = Rodent-Tuber = Typhonium Flagelliforme

Khasiat :
Hentikan &mengatasi kanker serta penyakit berat lain seperti hepatitis.
Tidak dianjurkan untuk direbus, hanya akan mengurangi khasiatnya saja.

Kiat Merawat Kesehatan & Kecantikan Secara Alamiah

Tampil sehat, bugar, cantik dan menarik merupakan dambaan setiap orang, terutama kaum wanita. Terkadang berbagai upaya dilakukan tanpa mengabaikan kesehatan yang menjadi faktor penunjang. Untuk itu seseorang akan terus berusaha meskipun harus mengeluarkan biaya demi terjamin dan tercapainya kesehatan yang prima dan penampilan yang menarik, apalagi kemajuan zaman menuntut setiap orang untuk selalu aktif berkarya dan berprestasi sehingga diharapkan untuk selalu tampil sehat dan bugar.

Untuk melakukan aktifitas sehari-hari sangat perlu didukung oleh tubuh yang sehat dan daya tahan tubuh yang kuat. Diantara upaya agar tetap tampil sehat, bugar, dan menarik yaitu dengan menerapkan pola hidup alamiah (back to nature) dalam kehidupan sehari-hari, seperti menghindari kebiasaan merokok, minuman beralkohol, penyalahgunaan obat-obatan terlarang, kurang tidur, menghindari stres, menjaga pola makan, serta berolah raga secara teratur sehingga tubuh tidak rentan terhadap serangan penyakit.

Pola makan buruk seperti sering telat makan, konsumsi makanan yang mengandung lemak dan kolesterol tinggi, kurang minum air putih, dan lain-lain dapat menurunkan daya tahan tubuh. Penerapan pola makan ala barat yang berlebihan misalnya pengkonsumsian makanan siap saji (fast food) karena dinilai lebih praktis dan nikmat. Saat ini jenis-jenis makanan tersebut semakin menjamur dan diminati masyarakat, padahal makanan tersebut berkadar lemak jenuh tinggi yang tidak baik bagi kesehatan jantung dan juga dapat menyebabkan obesitas. Olah raga yang teratur selain untuk kesehatan juga mempunyai efek baik bagi kecantikan dan penampilan, karena tubuh kelihatan lebih menarik.

Penampilan cantik dan menarik erat kaitannya dengan kulit. Salah satu masalah saat ini yang berkaitan dengan kulit yaitu penuaan dini. Pada proses penuaan, kulit terlihat menjadi kering, kasar, kendur, terdapat bercak-bercak, timbul lipatan pada leher, berkerut, dan garis-garis ketuaan di wajah. Permasalahan kulit yang sering dialami adalah kulit kering dan kasar yang disebabkan kemunduran fungsi produksi kelenjar lemak kulit yang berkaitan dengan penurunan kadar hormon, sedangkan kulit keriput karena defisitnya jumlah serat kolagen pada lapisan dalam kulit.

Bahan-bahan alami yang banyak mengandung vitamin C dan E sangat baik untuk peremajaan kulit. Fungsi dari vitamin C dan E antara lain sebagai antioksidan yang memberi perlindungan dari radikal bebas dan melawan efek oksidasi yang dapat menyebabkan penuaan. Sumber vitamin C tinggi dapat diperoleh dari buah-buahan segar seperti jeruk lemon, kiwi, jambu biji, mangga, pepaya, dan lain-lain. Sumber vitamin E dapat diperoleh dari kecambah, kacang-kacangan, alpukat, dan lain-lain. Vitamin C dan E juga berperan dalam pembentukan kolagen yaitu jaringan yang menyangga kulit. Kolagen merupakan kerangka dalam lapisan kulit yang dapat mengeluarkan protein dan zat-zat bagi keremajaan kulit. Kolagen sangat baik untuk mempertahankan kondisi kulit tetap elastis dan kencang. Sumber kolagen juga dapat diperoleh dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung kolagen seperti ceker ayam.

Berikut ini contoh beberapa bahan alami dan tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk perawatan kesehatan dan kecantikan, khususnya wanita.

1. Lidah Buaya (Aloe vera L.)
Khasiat : untuk menghaluskan kulit, mengatasi jerawat, flek hitam, menyuburkan dan menguatkan rambut, meningkatkan daya tahan tubuh, sakit kepala, pusing, dan lain-lain.
- Lignin yang terkandung dalam gel lidah buaya mampu meresap ke dalam kulit dan menahan hilangnya cairan tubuh dari permukaan kulit, dengan demikian kulit tidak cepat kering dan terjaga kelembabannya.

2. Alpokat (Persea gratissima Gaertn.)
Buah alpukat berkhasiat melembabkan kulit kering, sariawan, dan menurunkan kolesterol (asal tidak pakai gula/madu/susu).
- Kandungan lemak pada alpukat sangat baik untuk perawatan kulit wajah, terutama kulit kering.

3. Temu Lawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.)
Khasiat : meningkatkan stamina, jerawat, gangguan lambung dan hati, gangguan haid, anemia, dan lain-lain
- Rimpang temulawak mengandung kurkumin yang berfungsi sebagai antiradang, hepatoprotektor (melindungi hati dari kerusakan), dan antibakteri.

4. Kiwi (Actinidia chinensis)
khasiat : meningkatkan stamina tubuh, mencegah kanker, kecantikan kulit, mempercepat penyembuhan, dan lain-lain
- Buah kiwi mengandung vitamin C yang sangat tinggi sehingga baik sebagai antioksidan dan meningkatkan daya tahan tubuh.

5. Mengkudu (Morinda citrifolia L.)
khasiat : meningkatkan stamina, kolesterol tinggi, hipertensi, kegemukan, pelembut kulit, ketombe, mencegah kanker, dan lain-lain.
- mengandung damnachanthal yang berfungsi sebagai antikanker
- mengandung terpenten yang berfungsi dalam peremajaan sel.

6. Wortel (Daucus carota)
khasiat : untuk kesehatan mata, radang kulit, mencegah kanker, meningkatkan stamina, menurunkan kolesterol, mencegah keracunan logam berat, dan lain-lain.
- Mengandung beta-karoten yang berkhasiat sebagai antioksidan, memerangi radikal bebas, dan meningkatkan kesehatan tubuh.

7. Sambiloto (Andrographis paniculata)
Khasiat : sebagai antiradang, jerawat, hepatitis, kencing manis, bronkhitis, keputihan, demam, influenza, meningkatkan daya tahan tubuh, dan lain-lain.

8. Pegagan (Centella asiatica Urb.)
Khasiat : meningkatkan daya ingat, meningkatkan stamina, radang kulit, demam, susah tidur, bronkhitis, batuk darah, flek paru-paru, dan lain-lain mengandung Asiaticoside, asiatic acid dan madecassic acid yang mampu mempercepat pembentukan kolagen yang turut berperan dalam proses penyembuhan luka.

10. Daun dewa (Gynura pseudo-china)
Khasiat : gangguan haid, kista, meningkatkan sirkulasi darah, kolesterol tinggi, hipertensi, mencegah tumor, dan lain-lain.

11. Kencur (Kaempferia galanga)
Khasiat : meningkatkan stamina, bau mulut, batuk, masuk angin, perut kembung, nyeri haid, dan lain-lain.
Komponen etil-p-metoksisinamat yang terdapat pada minyak atsiri kencur mempunyai efek melindungi kulit.

Contoh Perawatan kesehatan secara tradisional/alamiah:

a. Meningkatkan stamina
- 30 gram temu lawak + 30 gram kencur + 10 gram jahe, direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, tambahkan madu, lalu diminum.

b. Perawatan Kulit
1. Jerawat :
- jus daun lidah buaya + daun sirih + daun sambiloto, masing-masing secukupnya, direbus dengan air secukupnya hingga mendidih, disaring, setelah dingin dicampurkan dengan bedak beras dingin lalu digunakan sebagai masker. Air rebusan tadi juga dapat digunakan untuk membersihkan kulit wajah (sebagai cleansing)
- 30 gram temu lawak + 15 gram sambiloto, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum 2 kali sehari.

2.Flek hitam :
- Kentang secukupnya dibersihkan, dikupas dan dihaluskan, campurkan sedikit ragi, diaduk, lalu dimaskerkan pada kulit wajah yang terdapat flek hitam hingga kering, lalu dibilas dengan air hangat hingga bersih. Lakukan secara teratur.

3.Mencegah dan menipiskan kerut pada dahi :
- Daun lidah buaya bagian dalamnya dijus, tambahkan putih telur secukupnya, lalu oleskan seperti memakai masker pada dahi.

4.Melembabkan kulit kering
- Daging buah alpukat dilumatkan hingga lembut, tambahkan ½ sendok minyak zaitun, aduk, lalu gunakan sebagai masker, diamkan hingga kering, lalu dibilas hingga bersih.

http://portal.cbn.net.id/cbprtl/cybermed/detail.aspx?x=Hembing&y=cybermed%7C0%7C0%7C8%7C88

KHASIAT SAMBILOTO

Sambiloto tumbuh liar di tempat terbuka seperti kebun, tepi sungai tanah kosong yang agak lembap atau dipekarangan. Daun tunggal, bertangkai pendek, letak berhadapan bersilang, bentuk laset, pangkal runcing, ujung meruncing, tepi rata, permukaan atas hijau tua, bagian bawah hijau muda, panjang 2-8 cm, lebar 1-3 cm. Bunga berbibir berbentuk tabung, kecil-kecil, warnanya putih bernoda ungu,. Buah kapsul berbentuk jorong. Perbanyak dengan biji atau stek batang.

Sifat kimiawi :

Rasa pahit, dingin, masuk meridian paru, lambung, usus besar dan usus kecil. Daun dan percabangannya mengandung laktone yang terdiri dari deoksiandrografolid, andrografolid (zat pahit), neoandrgrafolid, 14-deoksi-11-12-didehidroandrografolid,dan homoandrografolid, flavoid, alkene, keton, aldehid, mineral (kalium,kalsium, natrium). Asam kersik, damar. flavotiod

Diisolasi terbanayk dari akar yaitu polimetatoksivaflavon, andrografin, pan, ikkulin. Mono-0-metilwhitin dan apigenin-7,4 dimetileter. Zak aktif andrografoid terbukti berkhasiat sebagai hepatoprotektor (melindungi sel hati dari zat toksin)

Efek farmakologis :

  1. Herba ini berkhasiat bakteriostatik pada Staphylococcus Aurcus, Pseudomonas aeruginosa.Proteus vulgaris, Shigella dysenteriae dan Escherichia Coli.
  2. Herba ini sangat efektif untuk pengobatan infeksi In vitro, air rebusannya merangsang daya fagositosis sel darah putih.
  3. Andrografoid menurunkan demam yang ditimbulkan oleh pemberian vaksin yang menyebabkan panas pada kelinci.
  4. Andrografolid dapat mengakhiri kehamilan dan menghambat pertumbuhan trofosit plasenta.
  5. Dari segi farmakologi, sambiloto mempunyai efek muskarinik pada pembuluh darah, efek pada jantung iskenik, efek pada respirasi sel. Sifat kholeretik, anti inflamasi dan anti bakteri.
  6. Komponen aktifnya seperti coandrografolid, deoksiandrografolid dan 14-deoksi-11, 12-didehidroandrografolid berkhasiat anti radang dan antipiretik.
  7. Pemberian rebusan daun sambiloto 40% bly sebanyak 20 milkg bb dapat menurunkan kadar glucosa darah tikus putih (W. Sugiyanto, Fak. Farmasi UGM, 1978)
  8. Infus daun sambiloto 5%, 10% dan 15%, semuanya dapat menurunkan suhu tubuh marmut yang dibuat demam (hasir, jurusan farmasi FMIPA UNHAS, 1988).
  9. Infus herba sambiloto mempunyai daya anti jamur terhadap Microsforum canis, Trichophyton mentagrophytes, Trichophyton rubrum, candida albicans, dan ephydermaphyton floccosum (Lyli Hamzah bagian parasitologi FKUI )
  10. Fraksi etanol herba sambiloto memounyai efek antihistaminergik.(Anna setiadi Ranti jurusan farmasi FMIPA ITB)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar